Wednesday, 4 July 2018

Ayah, Bicaralah dengan anak SMP Anda

Ayah ibu, para orangtua yang saya cintai, saat ini anak-anak kita sudah mengakses video yang tidak patut sedemikian rupa. Bahkan, jika anda pernah mendengar beritanya, beberapa bulan lalu terungkap peristiwa anak-anak SMP memproduksi sendiri video sejenis itu, secara berkelompok, tempatnya di sekolah.

Marilah kita menyadari bahwa dengan kecanggihan yang anak-anak kita miliki sekarang ini, kemungkinan besar anak-anak kita sudah pernah melihat video porno. Atas dasar dugaan itu, saya berfikir perlu mengajak anda, saudara saudara saya, walau kita mungkin berbeda suku bangsa dan agama, untuk segera memperhatikan anak-anak kita yang SMP ini. Tekanan dari teman dan tekanan rasa ingin tahu dari dalam diri mereka sendiri yang memang khas untuk usianya, serta hasrat yang luar biasa yang datang dari cairan kimia otak bernama Dopamin yang berproduksi ketika dia melihat pornografi pertama kali, akan mendorong anak kita secara alami untuk melihatnya lagi dan lagi dan lagi. Semakin lama, apa yang mereka ingin lihat bukanlah gambar yang sama, tetapi yang lebih meningkat dari itu.

Ayah ibu, ahli psikiatri Victor B Clein mengatakan bahwa tahapan orang melihat pornografi itu adalah sebagai berikut :

Kecanduan: begitu melihat karena otak memproduksi Dopamin, yang membuat orang fokus, euphoria/ecstasy dan kecanduan

Peningkatan: mau melihat yang lebih

Disensitisasi: tidak tertarik lagi dan jadi tidak sensitif dengan gambar yang sama

Acting Out sexually: Melakukan hubungan suami istri

Ayah ibu, anak-anak kita kan cuma pinjaman untuk kita besarkan, asuh, nikmati dan sewaktu-waktu harus dikembalikan pada pemiliknya. Dulu kita mendapatkannya bagus, utuh, apakah kita tidak malu memulangkannya ke penciptanya kelask, dalam keadaan bonyok ( jiwa ataupun otaknya). Jika mereka sudah melihat, bahkan terindikasi kecanduan pornografi, maka marilah kita bicara dengan mereka untuk mengarahkannya, mungkin juga memperbaiki atau menyempurnakan pikiran, sikap atau kebiasaannya ke arah yang lebih baik.

0 comments:

Post a Comment

Media Partner


Top